Kamis, 05 Oktober 2023

KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2




 KONEKSI ANTAR MATERI MODUL 3.2 

PEMIMPIN DALAM PENGELOLAAN SUMBER DAYA


Oleh :

Eri Nurriman, S.Pd

SDN Buket Meutuah

CGP Angkatan 8 Kota Langsa 


Buatlah Kesimpulan tentang apa yang dimaksud dengan "Pemimpin Pembelajaran dalam Pengelolaan Sumber Daya "

Pemimpin Pembelajaran dalam pengelolaan Sumber daya adalah seseorang yang mampu menjadikan sumber daya yang ada di sekitarnya menjadi bermanfaat dan digunakan sebagai hal positif dalam menunjang proses pembelajaran. pemimpin pembelajaran harus dapat mendorong ekosistem untuk memberdayakan aset yang dimilikinya secara maksimal dan mendorong kemandirian dari ekosistem tersebut untuk dapat menyelesaikan tantangan yang dihadapi berdasarkan kekuatan dan potensi yang dimiliki. Pemimpin pembelajaran harus peka dalam mengidentifikasi aset atau modal yang dimiliki sekolah baik dilingkungan terkecil yaitu kelas hingga masyarakat sekitar sekolah 

Bagaimana Anda bisa mengimplementasikanya di dalam kelas, sekolah, dan masyarakat sekitar sekolah 

DI KELAS

saya akan memaksimalkan pengelolaan dan pemanfaatan aset yang ada disekolah untuk mewujudkan pembelajaran yang menyenangkan dikelas saya.

DI SEKOLAH

saya akan mengelola aset sekolah dengan menggunakan pendekatan berbasis aset untuk mewujudkan visi sekolah yang berpihak pada murid.

DI MASYARAKAT

saya akan berkolaborasi dengan masyarakat sekitar agar turut mendukung terciptanya ekosistem sekolah yang berkualitas dan berpihak pada murid 

Bagaimana hubungan pengelolaan sumber daya yang tepat akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas. 

Sekolah merupakan sebuah ekosistem pendidikan yang memiliki interaksi antara: 

  1. Faktor biotik (Kepala sekolah, guru, tenaga kependidikan, murid, pengawas sekolah, orang tua dan masyarakatdisekitar sekolah)
  2. Faktor Abiotik (anggaran, sarana dan prasarana, kurikulum, peraturan/penegakkan disiplin dan lingkungan alam).

Ketika sumber daya/aset yang ada disekolah dikelola dengan tepat tentu akan membantu proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas 

Sumber daya yang ada di sekolah memiliki kontribusi dan hubungan dalam membentuk proses pembelajaran murid menjadi lebih berkualitas, apabila dikelola secara tepat, contohnya 

  1. Modal Manusia:guru yang kreatif, inovatif dan berpihak pada murid akan mendorong tumbuh kembang murid untuk menggali potensi dirinya.
  2. Modal Sosial : menjalin hubungan baik dengan lembaga disekitar sekolah untuk dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar.
  3. Modal Politik : memanfaatkan jaringan kepala sekolah atau jabatannya untuk memperoleh informasi yang lebih cepat di tingkat yang lebih tinggi.
  4. Modal Agama dan Budaya: pembiasaan membaca Alquran dapat meningkatkan keimanan, 
  5. Modal Fisik: Sarana dan Prasarana yang memadai akan menunjang pembelajaran murid menjadi lebih efektif.
  6. Modal Lingkungan/alam: memanfaatkan lingkungan sebagai sumber belajar murid agar murid mendapatkan pengalaman langsung dan kontekstual yang akan sangat berguna bagi kehidupannya.
  7. Modal Finansial: mengelola keuangan (BOS) dengan skala prioritas dan mencari sumber dana lain misalnya dengan diadakan koperasi dan kantin sekolah. 
KONEKSI DENGAN MODUL LAINNYA
Modul 1.1 Filosofi KHD
KHD menjekaskan bahwa tujuan pendidikan yaitu menuntun segala kodrat yang ada pada anak agar dapat mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tingginya baik sebagai manusia maupun sebagai anggota masyarakat.
Dalam mennuntun kodrat dan laku anak seorang pendidik harus mampu mengelola sumber daya yang ada secara maksimal sehingga dapat menciptakan pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada murid 

Modul 1.2 Nilai dan Peran Guru Penggerak 
Dengan menerapkan nilai-nilai guru penggerak yakni berpihak pada murid , mandiri, reflektif, kolaboratif, dan inovatif serta menerapkan peran guru penggerak yakni menjadi pemimpin pembelajaran, menggerakkan komunitas praktisi, mendorong kolaborasi menjadi coach bagi guru lain dan mewujudkan kepemimpinan murid, seorang pendidik akan mampu untuk mengelola sumber daya yang ada disekolah dengan pendekatan berbasis aset sehingga akan mampu untuk mewujudkan pembelajaran yang berkualitas dan berpihak pada murid. 

Modul 1.3 Visi Guru Penggerak
Guna mewujudkan visi sekolah dan melaksanakan perubahan, maka diperlukan dukungan dari segala hal sebagai alat untuk mencapai tujuan bersama .
ketika seorang guru mampu mengelola sumber daya tersebut akan menjadi alat yang membantu untuk mewujudkan visi sekolah

Modul 1.4 Budaya Positif
Budaya positif di sekolah akan menciptakan lingkungan belajar yang aman, nyaman, dan menyenangkan sehingga membuat siswa betah belajar disekolah
agar mampu menciptakan budaya positif, maka seorang guru harus mampu mengelola segala sumber daya yang ada disekolah, baik sumber daya biotik maupun sumber daya abiotik.

Modul 2.1 Pembelajaran Berdiferensiasi 
Mengingat karakteristik peserta didik yang beragam, maka pembelajaran berdiferensiasi sangat diperlukan untuk itu dibutuhkan pengelolaan sumber daya yang ada di sekolah dengan baik
Ketika guru mampu mengelola sumber daya dengan baik, maka ia akan mampu memenuhi kebutuhan belajar siswa yang beragam, mulai dari diferensiasi konten, proses, dan produk.

Modul 2.2 Pembelajaran sosial Emosional 
Untuk dapat mengelola sumber daya yang ada, seorang guru harus mampu untuk mengelola sosial emosionalnya dengan baik.
Ketika seorang guru telah mampu mengelola sosial emosinya dengan baik maka ia akan mampu untuk mengelola sumber daya yang ada secara optimal sehingga pembelajaran dikelas akan berjalan secara maksimal. 

Modul 2.3 Coaching untuk Supervisi Akademik
Proses Coaching ini sangat diperlukan sebagai salah satu sarana panggilan aset atau sumber daya sekolah 
Ketika seorang guru telah mampu untuk menerapkan proses coaching dalam penggalian aset dengan baik, maka aset-aset yang ada dapat dimanfaatkan secara optimal guna mendukung pembelajaran yang berpihak pada murid. 

Modul 3.2 Pengambilan keputusan Berdasarkan NIlai-Nilai kebajikan Sebagai Pemimpin. 
Dalam optimalisasi pemanfaatan sumber daya yang ada, tentu saja diperlukan pengambilan keputusan berbasis nilai-nilai kebajikan sebagai pemimpin dengan melakukan pertimbangan 4 paradigma, 3 prinsip, dan 9 langkah pengujian dan pengambilan keputusan, sehingga keputusan yang diambil dapat di pertanggung
jawabkan.

Hubungan antara sebelum dan sesudah mengikuti modul ini, serta pemikiran yang sudah berubah setelah mengikuti proses pembelajaran dalam modul ini 

Sebelum
Sebelum mengikuti modul ini:
  • Saya cendrung berfikir berbasis kekurangan/masalah (defisit based approach)
  • saya belum sepenuhnya mengenali aset atau kekuatan yang ada.
  • saya belum memahami tentang cara atau pendekatan yang sesuai untuk aset yang dapat dimanfaatkan. 
Sesudah
Setelah mengikuti modul ini:
  • Saya selalu berpikir berbasis aset/kekuatan yang dimiliki (Asset based approach)
  • melihat sisi positif dari setiap hal agar mampu mengoptimalkan pengelolaan sumber daya yang ada sebagai sarana penunjang keberhasilan pembelajaran yang berpihak pada murid 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar