Assalamualaikum...wr..wb 🙏 Apa kabar sahabat semua? semoga sahabat semua senantiasa selalu dalam lindungan Allah SWT, bertemu lagi di blog saya..
Saya Eri Nurriman seorang guru yang bertugas di SD Negeri Bukit Meutuah Kota Langsa. saya adalah salah satu Calon Guru Penggerak (CGP) angkatan 8 dari kota langsa dibawah fasilitasi oleh Fasilitator hebat Bapak Zulham Efendi, S.Pd SD dan oleh pengajar praktik Ibu Ratna Juwita, S.Pd
Oiya sahabat pada kesempatan ini saya akan membuat sebuah artikel tentang pemikiran- pemikiran Kihajar Dewantara (KHD). yang mana artikel ini saya tulis untuk memenuhi tagihan tugas 1.1.a.8 Koneksi Antar Materi-Kesimpulan dan Refleksi Diri Modul 1.1. setelah mengikuti proses pendidikan Calon Guru Penggerak Modul 1.1 yang di mulai sejak pembukaan tanggal 10 Mei 2023 hingga hari ini. saya akan membuat suatu kesimpulan dan refleksi. pengetahuan dan pengalaman baru dari pemikiran Ki Hajar Dewantara (KHD)
Kesimpulan
Menurut Ki Hajar Dewantara Pendidikan dan Pengajaran adalah suatu hal yang tak dapat dipisahkan
KHD membedakan kata pendidikan dan pengajaran.
Pengajaran adalah proses pendidikan berfaedah untuk kecakapan hidup anak secara lahir dan batin, sedangkan pendidikan memberi tuntunan terhadap segala kodrat yang dimiliki anak agar ia mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi-tinggi nya baik sebagai seorang manusia maupun sebagai seorang anggota masyarakat. pendidikan hanya dapat menuntun tumbuh kembang kekuatan kodrat anak agar dapat memperbaiki lakunya bukan mengubah dasarnya ( Kodratnya)
KHD juga menyampaikan bahwa pendidikan adalah lahan persemaian benih-benih kebudayaan dalam masyarakat. Artinya pendidikan menjadi kunci utama dalam menciptakan peradaban manusia. pendidikan juga bisa menjadi ruang berlatih dan bertumbuhnya nilai-nilai kemanusian yang dapat diteruskan dan diwariskan
Dalam menuntun laku dan pertumbuhan kodrat anak, KHD mengibaratkan mendidik sama halnya seperti menanam, Guru di ibaratkan sebagai seorang petani dan murid di ibarat kan sebagai benih tumbuhan yang ditanam petani, sekolah di ibarat kan seperti lahan, Artinya guru memiliki peran untuk merawat benih yang ada tanpa bisa merubahnya, guru tidak bisa mengubah bibit jagung menjadi padi begitu pula sebaliknya, yang bisa dilakukan yaitu memberikan pupuk, menyirami ( menguatkan kodrat) dan menyingkirkan hama ( hal buruk )
Selain itu filosofi pendidikan yang lain yang disampaikan oleh Ki Hajar Dewantara yang perlu saya terapkan di dalam melaksanakan pembelajaran yaitu " Ing Ngarso Sung Tulodo, Ing Madya mangun Karso, Tut Wuri Handayani" sebagai seorang guru kita harus selalu memberikan teladan, membangun semangat, dan juga memberikan dorongan kepada murid kita. agar murid kita dapat tumbuh dan berkembang sesuai dengan kodrat dan potensi yang dimiliki
Selanjutnya saya akan merefleksikan diri melalui 3 pertanyaan berikut:
Apa yang anda percaya tentang murid dan pembelajran dikelas sebelum anda mempelajari modul 1.1
Sebelum saya mempelajari modul 1.1 mengenai refleksi pemikiran pendidikan KHD saya mempunyai beberapa keyakinan bahwa:
- kegiatan pembelajaran sering lebih dominan ada pada guru, guru lebih aktif dari pada murid
- saya sering berkata pada anak didik jika anak-anak nurut dan patuh semua aturan dan perkataan guru maka akan pintar
- saya sering memaksakan agar anak menyelesaikan tugas/kegiatan sampai selesai dan kemudian diberi bintang
- kegiatan pembelajaran lebih banyak didalam kelas
Apa yang berubah dari pemikiran atau prilaku anda setelah mempelajari modul ini
setelah saya mempelajari modul 1.1 tentang filosofi Pendidikan Ki Hajar Dewantara banyak pemahaman yang saya dapatkan. pemikiran KHD terhadap pendidikan sangat bagus dan membuat saya mengerti bagaimana sebaiknya melakukan kegiatan pembelajaran dan memperlakukan anak-anak. saya akan lebih memberi dorongan tuntunan terhadap segala kekuatan kodrat yang dimiliki anak agar ia mampu mencapai keselamatan dan kebahagian yang setinggi tingginya. guru sebagai among yang menuntun segala kodrat pada anak yaitu kodrat alam dan kodrat zaman.
kodrat alam yang dimiliki anak yaitu kemampuan atau potensi yang dimiliki anak sejak lahir, hanya saja masih seperti garis samar. tugas seorang guru adalah menebalkan garis samar tersebut, garis atau kemampuan yang dimiliki anak yang semula belum baik maka dituntun untuk menjadi baik dan yang sudah baik dituntun lebih baik lagi. itu lah seorang guru sebagai among yang menuntun anak untuk membangun pengetahuan dan budi pekerti agar mereka memerdekakan diri sendiri dan orang lain. seorang pendidik dan seluruh warga sekolah harus menanamkan nilai-nilai karakter budi pekerti peserta didik sehingga anak-anak bisa menyikapi kehidupan dimasa mendatang.pendidik juga harus menghargai keragaman, bahwasanya setiap anak mempunyai sifat unik yang artinya mereka mempunyai kemampuan yang berbeda-beda antar satu dengan yang lainnya. tentunya karakteristik anak yang berbeda-beda tersebut tidak lah sama penanganannya.
Apa yang dapat segera Anda terapkan lebih baik agar kelas Anda mencerminkan pemikiran KHD?
Hal-hal yang ingin saya rubah untuk mencerminkan pendidikan Ki Hajar Dewantara adalah saya akan memberi kebebasan kepada anak untuk memilih kegiatan dalam belajar sesuai dengan minat dan kebutuhan anak, saya tidak akan memaksa anak untuk mengerjakan suatu kegiatan sampai selesai baru menilainya, karena kemampuan anak bisa dilihat dari prosesnya bukan hasilnya. kegiatan pembelajaran yang saya lakukan lebih banyak mendorong anak untuk berfikir kritis, kreatif dengan membangun semangat dan memberi kjalimat-kalimat pemantik, sehingga pembelajaran lebih berpusat kepada anak. perkataan-perkataan yang saya berikan kepada anak lebih banyak yang membangun semangat tidak mendoktrin dan menghukumi anak. selain itu saya juga tidak memaksakan anak untuk mengerjakan kegiatan yang saya pilih, akan tetapi saya akan lebih membangun tanggung jawab pada anak untuk bisa bertanggung jawab apa yang menjadi kewajibannya.untuk menciptakan suasana pembelajaran yang menarik, inovatif saya menyiapkan kegiatan pembelajaran yang beragam dengan beberapa ragam main, selain itu juga terkadang kami melakukan pembelajaran diluar kelas. anak-anak saya ajak belajar sambil bermain diluarkelas agar terciptanya suasana baru dan bisa membangun semangat belajar anak, serta bisa mengenal lingkungan sekitar karena pada dasarnya guru adalah penuntun, maka saya sebagai guru hanya menuntun dan tidak menuntut. selain menuntun mengembangkan potensi atau keahlian yang dimiliki anak, guru juga menuntun sikap prilaku anak agar anak mempunyai kepribadian yang baik bekal untuk hidup di masyarakat, bisa merdeka lahir dan batin, serta dapat memerdekakan diri sendiri dan orang lain.
Wassalamualaikum..wr..wb..Terima kasih


Tetap semangat mendidik anak bangsa
BalasHapusTulisan yang sangat menginspirasi, semangat terus ibu, semoga semua pendidik di era globalisasi bisa mewujudkan impian KHD ya bu🙏
BalasHapus